Senin, 28 Januari 2013
ketika
subhanallah ya Allah. hatiku terasa sakit, eperti gunung berstatus "Awas". melihat print out laporan PKL yang telah melalui 7+2+1 revisi subhanallah sungguh sempurnanya engkau menciptakan manusia sedetail itu. besok aku ulangan abi, tanggal 31 januari laporanku harus dikumpulkan :( pacarku renangggggg :(
Sabtu, 19 Januari 2013
hay kau manusia bersyukurlah!!!!!!!
ya teguran itu memang buat aku, orang yang sukanya mengeluh, dikasih kelebihan mengeluh, dikasih kekurangan juga ngeluh. lho lha piye to koe cha? he.em lha kurang BAB ngeluh, kelebihan BAB ngeluh. ya tuhan tu memang adil . gag ada yang lebih adil dari Tuhan. dan ternyata apapun keadaanya minumnya teh botol sosro, eh ora yo, apapun keadaanya kita haruslah bersyukur. kemaren aku.
suatu kejadian mampu membuat aku shock.
anak kecil dengan antusias dan wajah beseri-seri ngomong "makasih ya mbak." pas tak kasih susu kotak. anak ini imut. anak ini gag pantes pakai baju kumel kotor. ya, dia anak jalanan. perempuan usia 4,5 tahun. dia gag tinggal dirumah, gag bermain sama teman sebayanya.
bersyukurlah aku masih punya orangtua lengkap, tempat berlindung yang layak, selimut tebel, bantal empuk. bersyukur aku mempunyai akta kelahiran. tersayat hati ini sakit sesak.
apa yang aku punya sekarang tak pantas untuk disombongkan.
dosa besar ketika seseorang menganggap Tuhanya tidak adil
sebelum mengeluhkan tentang panasnya matahari dan dinginya malam ingatlah mereka yang harus terbakar serta menggigil karena tak punya tempat tinggal.
sebelum menyombongkan kepunyaan ingatlah hidup dengan kekurangan.
bersyukurlah aku masih punya orangtua lengkap, tempat berlindung yang layak, selimut tebel, bantal empuk. bersyukur aku mempunyai akta kelahiran. tersayat hati ini sakit sesak.
apa yang aku punya sekarang tak pantas untuk disombongkan.
dosa besar ketika seseorang menganggap Tuhanya tidak adil
sebelum mengeluhkan tentang panasnya matahari dan dinginya malam ingatlah mereka yang harus terbakar serta menggigil karena tak punya tempat tinggal.
sebelum menyombongkan kepunyaan ingatlah hidup dengan kekurangan.
menunggu
secangkir kopi panas kawan pijar lampu remang-remang
dering suara geseran kursi yang menyayat
bukan pula sepiring ambisi harapanku
sedikit memiringkan pandangan keseberang jendela
ada markisa subur seperti hendak berbuah
lekuk bentuknya pernah merasakan belaian lembut jemari tanganmu memisahkan
sesaat sungguh menambah gusarku
dibawah pohon markisa selamanya menjadi saksi cerita jerit tawa jiwa
kita berbicara tentang yang akan datang, tentang pohon, tentang awan, tentang siang ataupun tentang malam
mungkin juga tentang jiwa-jiwa yang lelah atas selintas penat sesak
akulah yang menungguimu, menunggu senyuman itu tiba
tentang kesungguhan
Langganan:
Komentar (Atom)

