Sabtu, 19 Januari 2013

menunggu

secangkir kopi panas kawan pijar lampu remang-remang
dering suara geseran kursi yang menyayat
bukan pula sepiring ambisi harapanku
sedikit memiringkan pandangan keseberang jendela
ada markisa subur seperti hendak berbuah
lekuk bentuknya pernah merasakan belaian lembut jemari tanganmu memisahkan
sesaat sungguh menambah gusarku
dibawah pohon markisa selamanya menjadi saksi cerita jerit tawa jiwa
kita berbicara tentang yang akan datang, tentang pohon, tentang awan, tentang siang ataupun tentang malam
mungkin juga tentang jiwa-jiwa yang lelah atas selintas penat sesak
akulah yang menungguimu, menunggu senyuman itu tiba
tentang kesungguhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar